Ingin Buat Situs? Hubungi Saya

Check Domain Name ?

Talk To Me

 

 

 

Statistic

Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service





counter map

SLINK

Ramadhan Untuk Semua

Menjelang Ramadhan, saya melihat banyak anak-anak sekolah atau organisasi keagamaan/kemasyarakatan melakukan tarhib Ramadhan keliling kota, memberi peringatan akan datangnya bulan mulia, bulan suci Ramadhan. Mereka membawa poster-poster yang berisi pesan peringatan dan himbauan, baik kepada pribadi (perseorangan), masyarakat, maupun institusi pemerintah, berisi anjuran agar mengisi bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan himbauan kepada aparat pemerintah untuk turut menjaga ketertiban dan kekhusyukan di bulan suci.

 

Dari poster-poster yang saya baca, ada satu poster unik dan menarikan perhatian saya. Semula saya berpikir, poster itu hanya asal bikin saja, karena bisa jadi maksudnya hanya ingin menisbatkan pada organisasi tertentu, yang ber-tagline mirip dengan itu. Tetapi kemudian hati saya tercenung, bisa jadi bahwa apa yang tertulis pada poster itu adalah benar adanya. Poster yang bertulis “Ramadhan Untuk Semua ” itu membuat saya berpikir dan berenung, bagaimana saya bisa memahaminya dan menarik hikmah dari apa yang terkandung di balik kata-kata itu.

 

Saya berpikir, puasa Ramadhan adalah panggilan bagi orang-orang beriman, selaras dengan ayat yang selalu dikutip dalam ceramah di bulan Ramadhan (QS 2: 183). Orang-orang yang tidak beriman (kafirun/munafiqun ), alih-alih memenuhi panggilan untuk berpuasa, kadang mereka melakukan tindakan tidak kooperatif dalam memuliakan bulan suci dan menghormati orang-orang mukmin yang sedang berpuasa.

 

Rasulullah SAW diutus ke dunia adalah dalam rangka memberi rahmat dan kemanfaatan bagi seluruh alam. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah bagian dari pilar Islam, yang merupakan risalah Rasulullah SAW tersebut. Dengan demikian tentu Ramadhan memiliki kemanfaatan bagi mereka juga. Rasanya kalimat ‘Ramadhan Untuk Semua ’ itu sudah selaras dengan misi pengutusan Rasulullah SAW tersebut.

 

Terkandung sebuah hikmah, bahwa boleh jadi, saya selama ini salah dan kurang bijak dalam melihat keuniversalan dienul Islam itu sendiri. Ketidakbijakan inilah yang kadang menimbulkan friksi dan ketidaknyaman bagi kelompok lain. Terutama bagi saudara muslim yang masih awam, kadang kita bersikap keras dalam menyampaikan kebenaran tentang Islam. Akibatnya mereka bukan malah bersimpati, tetapi makin menjauh. Saya mendapatkan pelajaran bahwa seharusnyalah kita bijak menyikapi perbedaan dan cerdas menyikapi persamaan. Kita kurangi kesenjangan perbedaan yang ada, dan kita tingkatkan segi-segi persamaan untuk disinergikan membentuk kekuatan.

 

Kita patut belajar pada Rasulullah SAW yang telah mencontohkan bagaimana mengkombinasikan keragaman yang terjadi di Madinah, kemudian memadukan segi-segi persamaan itu untuk membentuk kekuatan. Saudara-saudara kita yang telah mengikrarkan diri sebagai muslim, bagaimanapun adalah saudara kita dan mereka memiliki hak atas persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah ). Sedangkan mereka kaum non-muslim, kita menunjukkan penghormatan dan simpati, sepanjang mereka tidak menganggu dan bertindak provokatif.

 

***

Ramadhan adalah bulan untuk menunjukkan kepedulian. Kepedulian untuk merasakan dan menghilangkan penderitaan saudara, dan kepedulian untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara. Dimensi ini seperti layaknya dimensi sabar dan syukur, yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim.

 

Jika kita ditimpa ujian kesabaran, yakinlah bahwa masih banyak saudara kita yang lebih menderita. Sebulan penuh kita melakukan puasa, menahan lapar dan haus sepanjang pagi dan siang. Sebenarnya kita dilatih untuk peduli dan merasakan apa yang terjadi pada saudara kita yang memiliki kekurangan. Kita, mungkin hanya sebulan merasakan lapar dan dahaga, tetapi di luar sana, bisa jadi teramat banyak yang setiap hari menahan lapar, sudah terbiasa hidup dengan kesulitan dan keprihatinan. Kewajiban kitalah untuk memberdayakan mereka, bukan untuk Ramadhan ini saja, tetapi untuk seterusnya secara berkesinambungan.

 

Jika kita mendapatkan suatu kenikmatan, yakinlah bahwa kenikmatan itu harus didayagunakan untuk manfaat yang lebih besar. Sebulan penuh kita meraih kebaikan dan keagungan Ramadhan. Kita mengisi detik-detik harinya dengan ibadah dan kebaikan dan kita merasakan kenikmatan dan keindahannya. Dalam kondisi inipun, sebenarnya kita dilatih untuk peduli dan berempati terhadap saudara kita yang memiliki kelemahan iman. Kita merasakan kenikmatan yang luar biasa, kita banyak mendulang pahala kebaikan, tetapi di luar sana, bisa jadi teramat banyak dari saudara kita yang setiap hari berkubang dengan kemaksiyatan, kelalaian, kesia-siaan, dan hura-hura. Kewajiban kitalah untuk beramar ma’ruf, mengingatkan, dan membina mereka kepada kebaikan, bukan untuk Ramadhan ini saja, tetapi untuk seterusnya secara berkesinambungan.

 

Kita tentu tidak puas dengan sekedar memberi makanan bagi orang berbuka, menginfaqkan harta kepada saudara yang membutuhkan. Tetapi alangkah lebih pedulinya kita, jika kita membina mereka, menunjukkan jalan-jalan keselamatan. Jika kita memberi makan hanya untuk menyelamatkan mereka dari derita kelaparan yang hanya relatif sebentar. Sesungguhnya, jika kita tunjukkan mereka pada jalan kebaikan dan ampunan Allah, maka Insya Allah kita menyelamatkan mereka dari derita akhirat yang berkepanjangan.

 

Surga Allah itu luasnya seluas langit dan bumi. Alangkah sayangnya, seandainya syurga yang demikian luasnya itu hanya sebagian kecil dari kita saja yang menjadi penghuniya. Tentu kita ingin berbagi dengan saudara sesama kita.

 

Apa manfaat Ramadhan bagi non muslim? Ramadhan adalah bulan taqwa. Suasana aman dan kondusif tercipta di bulan tersebut. Bukankah semua elemen masyarakat menginginkan kondisi yang demikian? Dengan kondisi yang aman maka aktivitas mereka dalam perniagaan atau aktivitas bisnis lainnya terjamin kelangsungannya. Tiada dipungkiri bahwa kebutuhan muslim pada bulan puasa mengalami peningkatan dan kaum muslimin merupakan sumber pundi-pundi keuangan mereka. Ini berarti suasana Ramadhan memberikan kemanfaatan bagi mereka. Kemudian, bagaimanapun mereka adalah warga masyarakat yang perlu kita dakwahi dan diberikan penjelasan yang benar tentang Islam. Karena kebanyakan mereka memiliki persepsi negatif yang didasarkan ketidak-tahuan dan kecurigaan. Saya yakin jika kita makin sering bermuamalah dan menunjukkan identitas keislaman yang benar, maka mereka akan percaya kepada kita dan mendukung langkah-langkah kita dalam menyebarkan kebaikan.

 

Saya belajar dari kasus Palestina. Hamas meraih dukungan suara yang signifikan justru dari kantong-kantong non-muslim. Kenapa? Karena mereka mengetahui siapa Hamas yang sebenarnya, lebih tahu tahu dari Amerika yang selalu mendiktekan opininya. Nah, hal-hal demikian —hubungan baik dengan semua pihak itu, tidak salahnya kita optimalkan di dalam bulan Ramadhan. Karena salah satu nilai Ramadhan adalah menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

 

Pada akhirnya saya memahami dan memuji poster tersebut. Memang, Ramadhan adalah untuk semua. Ramadhan memberi rahmat, kebaikan, dan kedamaian untuk semua. Subhanallah . Alangkah mulianya Islam, alangkah mulianya Ramadhan.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa. Semoga Allah memberi keistiqomahan untuk mengisi setiap detik harinya dengan ibadah dan kebaikan. Semoga Allah memberikan pengampunan dan surga-Nya. Amin ya Rabb al-‘alamin.

Tags: oase iman


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment

Categori
Recent Articles
Recent Comment
Archives

LINK
 

www.voa-islam.com

Copyright © 2020 Muhammad Rizqon · All Rights Reserved